You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Disdik Diminta Lebih Inovatif Kembangkan APE di PAUD
photo Punto Likmiardi - Beritajakarta.id

Disdik Diminta Lebih Inovatif Kembangkan APE di PAUD

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta diminta untuk lebih inovatif dalam mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) yang ada di seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ibukota.

Karena itu kita mendorong agar bantuan APE untuk PAUD yang ada dikembangkan lebih inovatif lagi

Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Veri Yonnevil menilai, APE yang ada di PAUD sudah tak sesuai dengan perkembangan zaman dan kurang dari segi jumlah.

"Karena itu kita mendorong agar bantuan APE untuk PAUD yang ada dikembangkan lebih inovatif lagi," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Rabu (11/10).

1.200 Guru PAUD Ikuti Pelatihan Pendidikan Karakter

Menurut Veri, untuk mewujudkan ini, pihaknya merekomendasikan Disdik agar menambah alokasi anggaran pengadaan APE untuk PAUD mulai 2018 mendatang.

"Anggaran APE per suku dinas dianggarkan hanya Rp 30 juta per tahun. Itu tidak cukup kalau di tiap wilayah ada 100 PAUD," tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdik DKI Jakarta, Fery Safrudin menjelakan, anggaran pengadaan APE sebesar Rp 30 juta di setiap Suku Dinas Pendidikan telah ditentukan dalam sistem e-budgeting.

"Tapi kalau dewan rekomendasikan untuk ditambah itu bisa dilakukan. Kita tambah jumlah dan kualitas APE yang dibutuhkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye936 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati